Beranda
Peningkatan mutu SDM PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Admin   

 

Peningkatan Mutu Sumber Daya Manuisa

di Lingkungan Balai Bahasa Bandung

Balai Bahasa Bandung tanggal 11 s.d. 13 November 2011 mengadakan kegiatan Peningkatan Mutu Sumber Daya Manusia di Lingkungan Balai Bahasa Bandung. Kegiatan ini dilaksanakan di Kinasih Resort, Bogor. Kegiatan yang mengambil tema “Meningkatkan Kompetensi dan Kesadaran Pegawai terhadap Tugas dan Fungsi Lembaga serta Memperkuat Etos Kerja” ini dihadiri oleh seluruh staf dan karyawan di Balai Bahasa Bandung.

sdm

Dalam sambutannya, Kepala Balai Bahasa Bandung, Abdul Khak, M.Hum., mengatakan bahwa Balai Bahasa Bandung merupakan pelayan bagi masyarakat dalam hal kebahasaan. Untuk itu, seluruh pegawai Balai Bahasa Bandung harus terus meningkatkan ilmu tentang kebahasaan yang diimbangi dengan meningkatkan etos kerja agar kinerja Balai Bahasa Bandung dapat berjalan lebih maksimal.

Pemutakhiran Terakhir ( Selasa, 22 November 2011 )
Selengkapnya...
 
Sosialisasi PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Admin   

 

Sosialisasi UU Nomor 24 Tahun 2009

Balai Bahasa Bandung mengadakan acara Sosialisasi UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan di Hotel Horison Jalan Pelajar Pejuang ’45 No. 121  Bandung. Acara ini dihadiri oleh berbagai komponen masyarakat yang berasal dari instansi pemerintah, media massa, sekolah, perguruan tinggi, penerbit, budayawan, pengusaha, organisasi kebahasaan, organisasi kepemudaan, duta bahasa, dan tokoh masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan pemahaman mengenai subtansi yang diatur dalam UU Nomor 24 Tahun 2009.

sos

Narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Metty Taqdir Qodratillah, M.Hum. dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta dan Abdul Khak, M.Hum., kepala Balai Bahasa Bandung. Dalam penjelasannya, Metty Taqdir Qodratillah, M.Hum. mengungkapkan bahwa pengaturan kedudukan dan fungsi bahasa, baik bahasa Indonesia, daerah, maupun asing memerlukan perangkat hukum yang kuat. Perangkat hukumnya adalah UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Sejalan dengan itu, keberadaan peraturan perundangan-undangan perlu disosialisasikan agar dalam implementasinya dapat terlaksana dengan baik dan tepat sasaran.

Pemutakhiran Terakhir ( Selasa, 22 November 2011 )
Selengkapnya...
 
SOSIALISASI UNDANG-UNDANG NOMOR 24 TAHUN 2009 PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Admin   

1.  Latar Belakang

            Bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan merupakan sarana pemersatu, identitas, dan wujud eksistensi bangsa yang menjadi simbol kedaulatan dan kehormatan negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan juga merupakan manifestasi kebudayaan yang berakar pada sejarah perjuangan bangsa, kesatuan dalam keragaman budaya, dan kesamaan dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Namun, Bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan belum diatur dalam bentuk undang-undang. Oleh karena itu, disusun Rancangan Undang-Undang tentang bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan dan setelah disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia lahirlah Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009.

Selengkapnya...
 
LOMBA MENCERITAKAN KEMBALI ISI BUKU PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Admin   

1.    Latar Belakang

 

Membaca merupakan kebutuhan mendasar; dengan membaca seseorang dapat memperluas wawasan dan pandangannya serta dapat menambah dan membentuk sikap hidup yang baik.  Ibaratnya, membaca dapat membuka “jendela dunia” karena cara yang paling efektif untuk memperoleh informasi adalah dengan membaca. Begitu pula dengan siswa. Dengan membaca, siswa akan memperoleh pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan daya nalar, sosial, serta emosionalnya.

Selengkapnya...
 
LOMBA MEMBUAT MAJALAH DINDING (MADING) PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Admin   

Latar Belakang

            Majalah dinding atau biasa diakronimkan menjadi mading merupakan media komunikasi tulis, yang meski tergolong murah dan sederhana, bermanfaat besar untuk perkembangan kreativitas generasi muda. Selain sebagai media komunikasi, mading merupakan wadah kreativitas anak muda untuk menuangkan gagasan dan pikirannya melalui ekspresi tulis. Dengannya pula, kebiasaan membaca dan menulis tertanam. Mading mampu menjadi “terminal awal” yang dapat menjembatani lahirnya pengetahuan, ketangkasan, dan kecerdasaan berpikir. Hadirnya mading berarti mengorganisasikan sekelompok orang dan dengannya generasi muda mempelajari arti penting kerja sama.

            Seiring dengan gerakan Gemar Membaca Rajin Menulis (Gemarame) Bulan Bahasa 2011, dalam upaya meningkatkan minat membaca dan menulis di kalangan generasi muda, Balai Bahasa Bandung akan menyelenggarakan Lomba Membuat Mading untuk Siswa SLTA.

Selengkapnya...